idolaku
Friday, January 26, 2007
1. Mochtar Lubis

Wartawan dan penulis kenamaan Indonesia. pertama kali saya menemukan novelnya di perpustakaan sekolah. Tua dan teronggok. Salah satu novel kesukaan saya, Jalan Tak Ada Ujung. Penggambaran guru Isa yang sederhana namun nasionalis cukup membakar semangat saya. Seperti Haris Sumadiria bilang, simplex veri sigullum. Kesederhanaan adalah tanda kebenaran. Eh, ga nyambung yah..
Gaya bahasanya indah, berusaha membuktikan bahwa Bahasa itu memang berlian dalam lumpur, harta terpendam (ada yang mau kasi saya hadiah KBBI? saya dari dulu selalu nunggu hadiah ini di hari ulang tahun, tapi kok nda ada yang kepikiran ngasih ya..hoho). Salah satu adegan yang selalu saya ingat adalah ketika guru Isa berusaha bersembunyi dirumahnya, kala itu Belanda sedang melakukan penangkapan terhadap pribumi. Mochtar melukiskan suasana hati guru Isa dengan kalimat "..detik merangkak berlomba dengan abad..".
Sempat mengenyam kehidupan penjara, karena tulisan-tulisannya. Dia juga sastrawan pertama Indonesia yang mendapatkan hadiah Magsasay, untuk Jurnalisme, Sastra, dan Seni Komunikasi Kreatif. Beberapa kali menjadi kandidat nobel sastra. Saya cinta sastra! huhuuuy
2. Parlindungan Lubis

Namanya baru beredar belakangan ini, ketika satu-satunya autobiografinya, Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi NAZI diterbitkan tahun 2006 kemarin. Siapa dia? Seorang cucu dari raja paling disegani di Mandailing, anak seorang insinyur pertanian yang mengambil studi kedokteran di Belanda. Bocah badung ini hidup di masa penjajahan Belanda, menjelang perebutan kemerdekaan. Belajar di negri penjajah bukan berarti dia tidak membela negrinya. Ia turut bertanggung jawab atas perkumpulan Jong Batak dan sempat mengetuai Perhimpunan Indonesia di Belanda. Tidak berjuang dengan raganya, ia berjuang dengan segenap pikirannya. Tulisan-tulisannyalah yang membuat dia ditangkap dan menjadi tahanan politik di kamp keji tersebut. Dia bilang, kebanyakan orang mati di kamp itu karena mereka menyerah pada bayangan kenikmatan hidup sebelum mereka masuk ke sana. Sederhana saja, dia hanya melepaskan semua keindahan agar bisa bertahan hidup di kamp konsentrasi NAZI. "Saya hidup untuk hari ini saja". Prinsip itulah yang menjadikan dia satu-satunya orang Indonesia yang berhasil bertahan hidup sampai kamp itu dibubarkan. Selepas dari sana, ia ditawari pekerjaan sebagai dokter dengan segala fasilitas kelas satu di Jerman. Tapi ia menolak, karena ia ingin pulang kenegrinya, bekerja, dan mati disini. Autobiografinya sendiri baru terbit bertahun-tahun setelah kematiannya, padahal kawan-kawan seangkatan dan seperjuangannya masuk dalam buku sejarah, termasuk Muhammad Hatta dan Sutan Syahrir.
3. Eko Mario Cipta Lubis.

Mmm.. kenapa ya? Hohohoho.. Karena dia selalu ingin jadi seperti leluhurnya. hakhakhakhak..
Eh, saya punya idola baru nih. Jadi begini, sejak dulu saya ga pernah baca bukunya Pramoedya Ananta Toer. Karena ga tertarik, dan seperti tante saya bilang (Lika juga), Pram tuh uda serupa ikon pop budaya baca. Nggak sedikit orang yang ngaku-ngaku suka sama karyanya Pram cuma supaya keliatan pinter aja. Belum dibilang kutu buku kalo belum baca bukunya Pram. Tapi kadang menjebak orang juga untuk menghargai orangnya, dan bukan karyanya. Dalam bahasa kurang ajar, ngaku ngefans padahal ngerti juga kagak.
Nah, si pacar adalah salah satu pramania. Seperti halnya dia selalu ingin ikut baca buku-buku yang saya suka (yang tipikalnya beda banget sama genre buku kesukaan dia yang kebanyakan sejarah), dia juga pengen saya belajar untuk membaca bukunya Pram. Maka, berbulan-bulan yang lalu buku "Arus Balik" itu diberikan pada saya untuk dibaca. Tapi sama saya ga pernah disentuh. Liat tebelnya ada uda ilfil, 760 halaman aja gitu loh. Sekarang ini, nyelesein buku tipis aja sebulan.
Sampe akhirnya, nyaris terjadi pertumpahan darah cuma karena saya tak kunjung membaca buku TEBEL itu. Sampe akhirnya, saya ditongkrongin dan tiap kencan adalah pemaksaan membaca buku itu. Hiks.. Dia keukeuh kalo buku ini bagus, terutama buat saya yang menurut dia terlalu mudah percaya sama orang.
Sampe akhirnya, sejak dia berangkat ke Papua dan saya sering nganggur, saya baca juga. Dan entahlah.. saya JATUH CINTA sama Pramoedya. Sungguh!! Buku ini bisa bikin saya betah berjam-jam tanpa putus, sesuatu yang sulit saya lakukan sejak bekerja.
Arus balik, adalah frase yang dipilih Pramoedya untuk menggambarkan kejatuhan Nusantara pasca kejayaan Majapahit. Dulu, segalanya bergerak dari Selatan ke Utara, militer, perdagangan, semua! Nusantara adalah negara maritim terbesar di muka bumi, kala itu. Tapi lihat sekarang, Majapahit runtuh, Nusantara bubar, semua berbalik. Liat aja, McDonald dan Starbucks menginvasi tiap sudut kehidupan kita, eh, anda mungkin, saya sih nggak (nggak sering-sering maksudnya, hehe).
Saya langsung nelpon pacar di Papua (yang kebetulan lagi di kota, jadi bisa ditelpon) dan bilang "Nanti kita kumpulin tetralogi ya!". Dan dia pasti senang sekali sekarang.. ah, sebel!
nb. ya oloh! panjang amat yak ini postingan..
btw, idola saya nambah satu lagi.. TUKUL ARWANA!!YEAH!

Wartawan dan penulis kenamaan Indonesia. pertama kali saya menemukan novelnya di perpustakaan sekolah. Tua dan teronggok. Salah satu novel kesukaan saya, Jalan Tak Ada Ujung. Penggambaran guru Isa yang sederhana namun nasionalis cukup membakar semangat saya. Seperti Haris Sumadiria bilang, simplex veri sigullum. Kesederhanaan adalah tanda kebenaran. Eh, ga nyambung yah..
Gaya bahasanya indah, berusaha membuktikan bahwa Bahasa itu memang berlian dalam lumpur, harta terpendam (ada yang mau kasi saya hadiah KBBI? saya dari dulu selalu nunggu hadiah ini di hari ulang tahun, tapi kok nda ada yang kepikiran ngasih ya..hoho). Salah satu adegan yang selalu saya ingat adalah ketika guru Isa berusaha bersembunyi dirumahnya, kala itu Belanda sedang melakukan penangkapan terhadap pribumi. Mochtar melukiskan suasana hati guru Isa dengan kalimat "..detik merangkak berlomba dengan abad..".
Sempat mengenyam kehidupan penjara, karena tulisan-tulisannya. Dia juga sastrawan pertama Indonesia yang mendapatkan hadiah Magsasay, untuk Jurnalisme, Sastra, dan Seni Komunikasi Kreatif. Beberapa kali menjadi kandidat nobel sastra. Saya cinta sastra! huhuuuy
2. Parlindungan Lubis

Namanya baru beredar belakangan ini, ketika satu-satunya autobiografinya, Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi NAZI diterbitkan tahun 2006 kemarin. Siapa dia? Seorang cucu dari raja paling disegani di Mandailing, anak seorang insinyur pertanian yang mengambil studi kedokteran di Belanda. Bocah badung ini hidup di masa penjajahan Belanda, menjelang perebutan kemerdekaan. Belajar di negri penjajah bukan berarti dia tidak membela negrinya. Ia turut bertanggung jawab atas perkumpulan Jong Batak dan sempat mengetuai Perhimpunan Indonesia di Belanda. Tidak berjuang dengan raganya, ia berjuang dengan segenap pikirannya. Tulisan-tulisannyalah yang membuat dia ditangkap dan menjadi tahanan politik di kamp keji tersebut. Dia bilang, kebanyakan orang mati di kamp itu karena mereka menyerah pada bayangan kenikmatan hidup sebelum mereka masuk ke sana. Sederhana saja, dia hanya melepaskan semua keindahan agar bisa bertahan hidup di kamp konsentrasi NAZI. "Saya hidup untuk hari ini saja". Prinsip itulah yang menjadikan dia satu-satunya orang Indonesia yang berhasil bertahan hidup sampai kamp itu dibubarkan. Selepas dari sana, ia ditawari pekerjaan sebagai dokter dengan segala fasilitas kelas satu di Jerman. Tapi ia menolak, karena ia ingin pulang kenegrinya, bekerja, dan mati disini. Autobiografinya sendiri baru terbit bertahun-tahun setelah kematiannya, padahal kawan-kawan seangkatan dan seperjuangannya masuk dalam buku sejarah, termasuk Muhammad Hatta dan Sutan Syahrir.
3. Eko Mario Cipta Lubis.

Mmm.. kenapa ya? Hohohoho.. Karena dia selalu ingin jadi seperti leluhurnya. hakhakhakhak..
Eh, saya punya idola baru nih. Jadi begini, sejak dulu saya ga pernah baca bukunya Pramoedya Ananta Toer. Karena ga tertarik, dan seperti tante saya bilang (Lika juga), Pram tuh uda serupa ikon pop budaya baca. Nggak sedikit orang yang ngaku-ngaku suka sama karyanya Pram cuma supaya keliatan pinter aja. Belum dibilang kutu buku kalo belum baca bukunya Pram. Tapi kadang menjebak orang juga untuk menghargai orangnya, dan bukan karyanya. Dalam bahasa kurang ajar, ngaku ngefans padahal ngerti juga kagak.
Nah, si pacar adalah salah satu pramania. Seperti halnya dia selalu ingin ikut baca buku-buku yang saya suka (yang tipikalnya beda banget sama genre buku kesukaan dia yang kebanyakan sejarah), dia juga pengen saya belajar untuk membaca bukunya Pram. Maka, berbulan-bulan yang lalu buku "Arus Balik" itu diberikan pada saya untuk dibaca. Tapi sama saya ga pernah disentuh. Liat tebelnya ada uda ilfil, 760 halaman aja gitu loh. Sekarang ini, nyelesein buku tipis aja sebulan.
Sampe akhirnya, nyaris terjadi pertumpahan darah cuma karena saya tak kunjung membaca buku TEBEL itu. Sampe akhirnya, saya ditongkrongin dan tiap kencan adalah pemaksaan membaca buku itu. Hiks.. Dia keukeuh kalo buku ini bagus, terutama buat saya yang menurut dia terlalu mudah percaya sama orang.
Sampe akhirnya, sejak dia berangkat ke Papua dan saya sering nganggur, saya baca juga. Dan entahlah.. saya JATUH CINTA sama Pramoedya. Sungguh!! Buku ini bisa bikin saya betah berjam-jam tanpa putus, sesuatu yang sulit saya lakukan sejak bekerja.
Arus balik, adalah frase yang dipilih Pramoedya untuk menggambarkan kejatuhan Nusantara pasca kejayaan Majapahit. Dulu, segalanya bergerak dari Selatan ke Utara, militer, perdagangan, semua! Nusantara adalah negara maritim terbesar di muka bumi, kala itu. Tapi lihat sekarang, Majapahit runtuh, Nusantara bubar, semua berbalik. Liat aja, McDonald dan Starbucks menginvasi tiap sudut kehidupan kita, eh, anda mungkin, saya sih nggak (nggak sering-sering maksudnya, hehe).
Saya langsung nelpon pacar di Papua (yang kebetulan lagi di kota, jadi bisa ditelpon) dan bilang "Nanti kita kumpulin tetralogi ya!". Dan dia pasti senang sekali sekarang.. ah, sebel!
nb. ya oloh! panjang amat yak ini postingan..
btw, idola saya nambah satu lagi.. TUKUL ARWANA!!YEAH!
sita at 02:27 pm
| opay January 5, 2009 02:59 AM PST hlo anak2 jurnal...!!! met liburan yeuh! | ||
| opay January 5, 2009 02:58 AM PST hlo anak2 jurnal...!!! met liburan yeuh! | ||
| zarien April 20, 2007 07:17 AM PDT hey tagboard mu eror aja!!! jurnalistik mana? kampus mana? hebat idolanya gw juga suka kenalin jurnalistik uin www.jurnalistikuinsgd.co.nr YM @ z_rin_1@yahoo.co.id MSN @ zarien13@hotmail.com berbincanglah!!!! | ||
| the i.d.E.p February 3, 2007 03:23 PM PST Selain ikon Pram juga ada Kahlil Gibran ta, belum tampak pinter dan nyastra kalo gak baca puisi2 Kahlil Gibran... | ||
| ShOFa February 3, 2007 07:41 AM PST jd intina udah siap jd mantu org batak bermarga lubis? *loh* | ||
| rime January 30, 2007 12:25 PM PST eh, ta tau ga, di hape gua, nama kamu tuh Sita Lubis. di blog gua juga... coba cek deh.. | ||
| sybond January 29, 2007 07:36 AM PST Penulis paporit saya mah Dian Sastro. *sejak kapan? | ||
| cta January 29, 2007 06:39 AM PST @ iks : hekekekekekekkkkkk @ name : ehem..hueheuheuehu @ ytt : belom, baru setengahnya selesei,, heheh. ayo, budayakan baca!! @ ocean : kalo itu sih.. aku mah.. SAILOR MOON!! @ ichanx : sebenernya bukan cuma anak KMPA aja sih yg doyan Pram, jutaan orang di Indonesia (dan di dunia) ini kayaknya suka sama Pram (yg suka baca buku gitu ya).. makanya males bacanya. dan sebenernya idolaku masih banyak sekali.. termasuk Nabi Muhammad *alah..* @ imgar : nanti akan saya bahas kheuseus satu postingan "kenapa harus tukul? | ||
| imgar January 28, 2007 07:13 PM PST kenapa ya..orang2 skrg suka sama tukul..? aku sama sekali tidak suka.. gara2nya adalah karena dulu ada temen kantorku mirip dia. dan dia itu jahat banget sampe dikeluarin.. | ||
| ichanx January 28, 2007 06:33 PM PST 3 idola pertama, orang batak. Ada apa dengan para para batak? kenapa si sita sangat menyukainya? hahaha.. btw, pram ya? standar banget sih anak KMPA setiap angkatan pasti penggemar pram semua... hihihi... gw mah tetep ah penggemar siapa ya... hilman hariwijaya aja ah... | ||
| ocean January 28, 2007 11:17 AM PST idolaku voltes dan megaloman :D *PLAAAKKK* ga nanya!! | ||
| ytt January 27, 2007 12:58 PM PST yang 760 halaman itu udah tamat blom? hehe. sjujurnya nggak tau apa2 tentang penulis, cuma tau beberapa, itu juga karna disuruh sama pak guru bahasa indonesia jaman sma dulu... disuruh cari & baca karya2 penulis senior Indonesia. hehe... | ||
| Name January 27, 2007 09:41 AM PST Tukul makan Kubis eh Lubis he he he | ||
| iks January 26, 2007 07:38 PM PST Ealaahh... Pokoke LUBIS yah ta hahahha... | ||
| Leave a Comment: |
| Previous Entry | Home | Next Entry |