idolaku (part 2)
Monday, January 29, 2007
Selamat
hari Senin pagi, semua.. pagi ini saya bangun dengan mata bengkak
karena kerjaannya estafet liat monitor (browsing, chatting, blogging..
oh, sungguh kegiatan yang berguna bagi nusa dan bangsa!), disambung
membaca Arus Balik yang baru kebaca setengahnya. Saya harus ke dokter
mata nih kayanya..
Bicara soal idola, tentu yang segelintir di postingan kemarin itu belum semua. Saya punya buanyakkkk sekali idola. Mulai dari yang nggak masuk akal, sampe orang-orang terdekat saya. Waktu saya bilang saya punya idola baru, Tukul, saya serius kok.
Awalnya saya juga nggak terlalu antusias waktu ngeliat promo program Empat Mata. Saya pikir, ini pasti pengen nyaingin Om Farhan, dan pasti jatohnya, just another talkshow.. Saya pernah liat sesekali, tapi nggak terlalu fanatik. But then, saya baca wawancara Republika dengan Tukul di sini.
Untuk saya, mengidolakan seseorang bukan hanya mengidolakan tampang, ato karyanya. Ada beberapa hal yang bisa bikin saya jadi fans, karyanya, pencapaian hidupnya, dan attitude. Karena sesungguhnya, pengertian public figure itu lebih luas dari sekedar orang yang terkenal. Banyak kok orang yang terkenal, tapi sebenarnya nggak punya sumbangsih apa-apa untuk sekitarnya. ME dan YZ juga terkenal tuh. Selebritis yang bahkan bukan artist itu masa' iya dimasukin kategori public figure? Pencapaian hidup pun sebenarnya relatif. Misalnya nih, Baihaki Hakim saat ia diangkat menjadi Dirut Pertamina memang merupakan seseorang dengan kapasitas tertentu dan layak untuk dikagumi, misalnya. Tapi itu wajar, mengingat usia dan track record hidupnya. Kalo misalnya ada seseorang di usia 30 tahun sudah jadi Dirut Pertamina (dengan prosedur yang benar) tentu saya akan pilih orang kedua itu untuk dijadikan idola. Pencapaian hidup itu bukan soal apa aja, tapi apa saja di usia berapa saja. Soal attitude, pasti dong.
Nah, kembali ke laptop. Penjualan laptop meningkat gara-gara Tukul. Hehehe.. Tadinya, -sebagai pekerja kreatif- saya pikir kemasan sebuah acara itu punya peran penting dalam menyusun sebuah program kreatif. Maka ketika saya liat konsep Empat Mata yang sebenernya nggak jauh sama talkshow pada umumnya, saya belum terkesan. Host, bintang tamu (yang ga ada istimewa-istimewanya), live band, dan gimmick-gimmick seperlunya. Sebut aja Dorce Show, Om Farhan, Ceriwis, Back To Beck. Tapi setelah saya baca artikel wawancara dengan Tukul, dan kontemplasi yang tidak sebentar *hoek*, saya dapat kesimpulan, THE HOST IS A MATTER. Pantas kalo disebut Master of Ceremony, karena menjadi host, penyiar, pembawa acara, adalah bagaimana menjadi pakar dadakan dalam sebuah acara. Saya sampe mikir "ohh.. pantesan..", waktu Tukul bilang dia hobi baca. Saya percaya, orang yang suka baca adalah orang yang selalu ingin belajar, orang yang nggak pernah puas dengan apa yang sudah dia tahu, the more you know, the more you don't know.
Kenapa Tukul bisa membuat program Empat Mata ke jajaran teratas rating dan share televisi, tentu bukan kebetulan ato kerja sebentar ato faktor baso tahu (hoki maksudnya). Percaya deh, jadi host yang sukses itu bukan main-main. Nggak sekedar playing dumb and then people would stay and watch. Bisa membuat seseorang tetep antusias menonton dan enggan mengganti channel itu, berat. Bisa membuat orang tertawa dengan garingan kita itu nggak mudah. Butuh skill dan attitude. Juga sedikit ilmu cenayang untuk bisa memahami karakter dan psikologis penonton. Attitude, karena yang ada di dalam itu pasti memancar keluar..
Kesimpulan saya, bikinlah program yang konsepnya umum. Carilah host yang tepat!
Bicara soal idola, tentu yang segelintir di postingan kemarin itu belum semua. Saya punya buanyakkkk sekali idola. Mulai dari yang nggak masuk akal, sampe orang-orang terdekat saya. Waktu saya bilang saya punya idola baru, Tukul, saya serius kok.
Awalnya saya juga nggak terlalu antusias waktu ngeliat promo program Empat Mata. Saya pikir, ini pasti pengen nyaingin Om Farhan, dan pasti jatohnya, just another talkshow.. Saya pernah liat sesekali, tapi nggak terlalu fanatik. But then, saya baca wawancara Republika dengan Tukul di sini.
Untuk saya, mengidolakan seseorang bukan hanya mengidolakan tampang, ato karyanya. Ada beberapa hal yang bisa bikin saya jadi fans, karyanya, pencapaian hidupnya, dan attitude. Karena sesungguhnya, pengertian public figure itu lebih luas dari sekedar orang yang terkenal. Banyak kok orang yang terkenal, tapi sebenarnya nggak punya sumbangsih apa-apa untuk sekitarnya. ME dan YZ juga terkenal tuh. Selebritis yang bahkan bukan artist itu masa' iya dimasukin kategori public figure? Pencapaian hidup pun sebenarnya relatif. Misalnya nih, Baihaki Hakim saat ia diangkat menjadi Dirut Pertamina memang merupakan seseorang dengan kapasitas tertentu dan layak untuk dikagumi, misalnya. Tapi itu wajar, mengingat usia dan track record hidupnya. Kalo misalnya ada seseorang di usia 30 tahun sudah jadi Dirut Pertamina (dengan prosedur yang benar) tentu saya akan pilih orang kedua itu untuk dijadikan idola. Pencapaian hidup itu bukan soal apa aja, tapi apa saja di usia berapa saja. Soal attitude, pasti dong.
Nah, kembali ke laptop. Penjualan laptop meningkat gara-gara Tukul. Hehehe.. Tadinya, -sebagai pekerja kreatif- saya pikir kemasan sebuah acara itu punya peran penting dalam menyusun sebuah program kreatif. Maka ketika saya liat konsep Empat Mata yang sebenernya nggak jauh sama talkshow pada umumnya, saya belum terkesan. Host, bintang tamu (yang ga ada istimewa-istimewanya), live band, dan gimmick-gimmick seperlunya. Sebut aja Dorce Show, Om Farhan, Ceriwis, Back To Beck. Tapi setelah saya baca artikel wawancara dengan Tukul, dan kontemplasi yang tidak sebentar *hoek*, saya dapat kesimpulan, THE HOST IS A MATTER. Pantas kalo disebut Master of Ceremony, karena menjadi host, penyiar, pembawa acara, adalah bagaimana menjadi pakar dadakan dalam sebuah acara. Saya sampe mikir "ohh.. pantesan..", waktu Tukul bilang dia hobi baca. Saya percaya, orang yang suka baca adalah orang yang selalu ingin belajar, orang yang nggak pernah puas dengan apa yang sudah dia tahu, the more you know, the more you don't know.
Kenapa Tukul bisa membuat program Empat Mata ke jajaran teratas rating dan share televisi, tentu bukan kebetulan ato kerja sebentar ato faktor baso tahu (hoki maksudnya). Percaya deh, jadi host yang sukses itu bukan main-main. Nggak sekedar playing dumb and then people would stay and watch. Bisa membuat seseorang tetep antusias menonton dan enggan mengganti channel itu, berat. Bisa membuat orang tertawa dengan garingan kita itu nggak mudah. Butuh skill dan attitude. Juga sedikit ilmu cenayang untuk bisa memahami karakter dan psikologis penonton. Attitude, karena yang ada di dalam itu pasti memancar keluar..
Kesimpulan saya, bikinlah program yang konsepnya umum. Carilah host yang tepat!
sita at 06:46 am
| Baboond July 9, 2007 11:40 AM PDT Ingin Terkenal ... Mudah.. Jadilaha "Yang paling...." yang susah itu jadi "Yang paling...." Tidaklah beruntung orang yang mengenal dirinya sendiri dibandingkan "Terkenal", karena kita hidup untuk kita sendiri bukan untuk jadi bahan Pujian, Kekaguman, Cemoohan, Hinaan, Kebencian orang lain. Kita... adalah kita..., kita adalah tak ada. | ||
| aldo June 7, 2007 11:15 AM PDT saya bangga lho!!!!!!!!! dengan suksenya tukul,gimana caranya ya? | ||
| aldo June 7, 2007 11:14 AM PDT saya bangga lho!!!!!!!!! dengan suksenya tukul,gimana caranya ya? | ||
| rini April 26, 2007 11:38 AM PDT asik ya bisa nulis kaya kamu. Gimana sih cara mulai nulis? | ||
| ocean February 5, 2007 08:56 PM PST pokoknya Voltes V & Megaloman!!!! *keukeuh* | ||
| salsa February 3, 2007 05:56 PM PST kemaleman bo' di Bali uda jam 11 malam. Besok kan harus gawe.... Btw jeng, kapan ke Bali atuh..??? Nginep aje di kosku. Gw mau pindah kos yang berjarak hanya 5 menit dari bibir pantai hanya dengan berjalan kaki. Kalo ada tsunami kena duluan deh... hehehehe | ||
| ShOFa February 3, 2007 07:42 AM PST lum pernah ntn 1xpun :( *ditimpukin uang seribuan sm fans* :p | ||
| Name February 2, 2007 05:50 PM PST hohohoo ini tho yang lubis itu . lubis dari mana ini : ) heuheuhe Gunawan Nasution ekekkee | ||
| devishanty February 2, 2007 02:24 PM PST ga penah nonton. aku kan udah disuru bobo cama mamah. idolaku siapa ya? batman goodnight electric deh. kan batman.. kaulah idolaku. | ||
| lika February 2, 2007 12:07 PM PST tapi aku suka sebel sama bintang tamu yg suka seenaknya menghina bahasa inggrisnya tukul atau kalo dia salah ngomong dikit langsung dibego2in.. kayaknya mentang2 pelawak dan "looks stupid" jadi bebas diapa2in. tukulnya sih menanggapi dgn becanda lagi, tp dlm hatinya sapa yg tau. tsaaaah!! | ||
| fisto January 31, 2007 04:29 PM PST tosss!!!!...akur der sit! | ||
| ytt January 31, 2007 01:15 PM PST oya, kalo buat pacar kasi kaos beatles aja. hehe... (soalnya saya udah punya banyak, hihi) | ||
| bowo January 31, 2007 12:42 PM PST EMPAT MATA jadi #1 TalkShow lho , 3 weeks in a row ;). Ratingnya ngalahin CERIWIS dan beberapa talkshow sejenis di jam malam. Malah OM FARHAN (dengan host sekaliber FARHAN dilibas abis hehehe). Mungkin karena orang Indonesia udah males nonton acara2 talkshow serius dengan narasumber para politikus yang OMDO kali yeee jadinya malah yang polos kayak TUKUL bisa jadi nomor 1 ;) | ||
| ytt January 31, 2007 11:47 AM PST jarang banget nonton empat mata, abis... pasti tidur. hehe. kayaknya sayah jadi lebih respect sama acara tsb setelah baca entry kali ini =) ka sita pnasaran souvenir the beatles apa yang paling saya idam-idamkan??? napa, mau ngasi ya... hihi... 'the beatles - real love' ring yang dulu dijual di beatlefest.com. cincin yang ada tulisan "real love"-nya, lagu the beatles. tapi kan mahaaal. hehehe. | ||
| mBu January 31, 2007 09:02 AM PST <i>Juga sedikit ilmu cenayang untuk bisa memahami karakter dan psikologis penonton.</i> Hmm.. *angguk-angguk* | ||
| deppii January 30, 2007 12:08 PM PST WYM cycle IDOLAKUUU....!!! | ||
| Adel January 30, 2007 10:05 AM PST Cit, saya kagum ama kamu, karanganmu. Mudah2an kamu bisa lebih sukses dari Tukul kalo kamu jadi host ato MC. Ayo Cit, kamu bisa | ||
| sybond January 30, 2007 08:15 AM PST toss dulu ateuh cit!! *bangga gini si sayah mengidolakan tukul | ||
| cta January 30, 2007 06:32 AM PST public figur itu kan artinya tokoh panutan.. | ||
| iks January 29, 2007 06:41 PM PST public figur dibilang populer yah klo terkenal pas disebut namanya orang ngeh, terkenalnya baik ato buruk yah tergantung dia bikin imagenya gimana. Setujuh , host itu jiwanya suatu acara. Ceriwis, sebenernya gak bawa konsep baru , cuma emang hostnya oke. Mungkin ciri khas kali yah, yang bisa bikin orang inget dengan mudah. Kaya Tukul itu khas :) | ||
| Leave a Comment: |
| Previous Entry | Home | Next Entry |

