The Author




Sita Winiawati Dewi

22.bandung.sunda
mahasiswi jurnalistik
pekerja kreatif.bersahabat
petualangan.alam.olahraga

sanguinis.koleris. minimalis.
berwajah cukup manis.tapi suka sadis



Contents

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30


Tagboard



Epilogue

ananova
bbc
bbv
bloglines
boingboing
female radio
jalan-jalan


Mail me!
If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


Credits

Layout
Picture
Edited
BlogdriveDesign

rss feed
disorientasi
Thursday, January 18, 2007

Aku pergi ke sekolah, dia juga, kamu juga, mereka juga.
Aku bicara, dia juga, kamu juga, mereka juga.
Aku berpikir, dia juga, kamu juga, mereka juga.

Aku bisa jadi dia, dia bisa jadi aku, dia termasuk dalam mereka, aku juga bisa ada dalam mereka dan jadi mereka, mereka juga bisa jadi aku dan kupanggil dia.

Lalu apa yang membedakan aku, dia, kamu, dan mereka?



sita at 09:51 am
(14)




Tidak Jadi ke Surga
Wednesday, January 17, 2007




Dari poster filmnya, sebenernya sudah jelas siapa tokoh yang tidak jadi pergi ke surga dan kemudian menyampaikan "pesan surga" dari teman-teman seband-nya yang tewas pada kecelakaan sebelum mereka manggung. *hosh hosh*

Sumpah ya, film ini bikin saya berpikir keras apa motivasi saya dan si
kaka nongton film ini. Vino Bastian? Slrp! Oh, sutradaranya Sekar Ayu Asmara. Mmmm.. Menunggu pesan dari surga?? Oh! MBAK LUNA MAYA!!! Wow, bagus juga ya dia deketin Ariel Peter Pan. Rupanya sekalian riset gimana sih berperan menjadi seorang vokalis. "Tapi buka dulu toooopengmuuuu.. buka dulu tooopengmuuuu"

Raam tetaplah Raam. Menurut om
wiki, film ini adalah besutan ketiga dari sutradara wanita (bo!!banci gitu loh!!) dan akan jadi film andalan multivision untuk ikut di ajang penghargaan nasional maupun internasional setelah film Belahan Jiwa gagal menembus Festival Film Cannes. Ca.. HAH? CANNES?? BELAHAN JIWA PERNAH BERNIAT MENEMBUS CANNES??!!?? *pengsan*

...

(satu jam kemudian..)

Hhhh.. baiklah, saya akan teruskan.. Kemampuan menulis memang nggak selalu disertai kemampuan untuk menyampaikan pesan cerdasnya melalui film. Mungkin inilah moral story film naik ke surga ini selain "hati-hati sama anak kembar". Bagi saya, film ini hanya sekedar eksploitasi seks, pajago-jago akting dan pamer tampang aja, gak lebih. Pertama saya sempat mengalami disorientasi latar tempat gara-gara ada adegan mobil berplat AB melintas. Jogja. Hah? Jogja?? Aktris aktor berlogat Jakarta yang selalu memakai baju seksi dengan kehidupan bebas dan selalu makan di resto mewah berpemandangan indah ala The Valley itu berperan jadi anak Jogja?? Apa? Mengangkat fenomena kehidupan seks pranikah di Jogja?

Khas Sekar, scene pendek melompat-lompat yang bikin pusing dan jantung berdebar tak menentu (untung ga serangan mendadak) dengan kisah kontroversial, sok berat dan punya pesan handal semacam "anak adalah cermin orang tua". Pemain-pemainnya juga jadi sok jago akting tapi malah over, apalagi bagian umpatan Luna Maya yang muncul 3 kali dalam setiap kalimat. Pada akhirnya sebaris penonton di depan saya dan sepasang muda-mudi di samping saya gak tahan untuk ketawa waktu bapaknya Canting (Luna Maya) ngomong di depan anaknya yang koma "ketika sudah dihadapkan pada musibah, kita baru sadar betapa rapuhnya kehidupan". Apalagi waktu kawan-kawannya nongol lagi setelah mereka "diangkat" ke surga dan nitip pesen penting buat orang-orang terkasih yang ditinggalin. Batagor kuah 2 mangkok, baso ga pake sambel 1, es jeruk 5. Delivery ke surga ya!

Ah, sudahlah. Tangga ke surga ini bikin saya trauma. Mungkin dalam beberapa bulan ke depan saya nggak akan nonton film Indonesia dulu sampe mental saya pulih.

Tai babi.



ps. cuma ada satu yang menghibur saya, lagu "LOLITA"-nya The Milo yang tiba-tiba nongol. Oh..



sita at 07:34 am
(9)




cium pipi onta
Tuesday, January 16, 2007

Cipika cipiki. Cium pipi kiri cium pipi kanan kata orang-orang. Biasanya dilakukan oleh orang remaja sampai dewasa (aga aneh juga kalo anak kecil doyan cipika cipiki ya) waktu bertemu dengan kawannya. Tapi, kayaknya kebiasaan ini semakin populer karena orang-orang di dunia hiburan sering melakukannya. Saya juga suka cipika cipiki sama sobat-sobat saya, terutama perempuan. Bahkan sampe pelukan. Eh, kalo perempuan pelukan berarti adu tete' dong yah. Hihihihi..

Oya, kalo sama perempuan si ga masalah. Tapi, dari dulu, kebiasaan cipika cipiki dengan lawan jenis itu aga aga ganggu buat saya. Kecuali, kalo teman laki-laki itu memang temen deket dan sobat saya. Misalnya uda lama banget ga ketemu dan emang kita punya kedekatan emosional ya pasti waktu ketemu lagi ada perasaan yang membuncah (ngok!) dan bikin kita pengen mengungkapkan kerinduan kita dengan lebih dari sasalaman. Apalagi kalo temen deket saya itu ga cowo-cowo amat, ai lekong booo, mateeek! Yea yea, gay guy is a girl's bestfriend, kan?

Saya memang dididik di keluarga yang konservatif, yang akhirnya tetep aja bikin saya jadi cewe badung. Tapi beberapa hal, saya tetep kuno. Saya ga suka pake baju terlalu ketat, apalagi kebuka sana sini. Kalopun pernah, tapi saya ga pernah nyaman. Plus, saya ga pernah ngerasa punya bodi seksi (meskipun menurut saya, saya punya bodi model, wekekekek). Saya bahkan bisa buang muka kalo saya ga suka sama cowo yang ada di depan mata, padahal dia lagi ngomong. Itu sih reflek, jujur dari hati. Eh, sampe mana tadi? Oya, saking kunonya saya, saya ga bisa bersentuhan sama teman lawan jenis yang masih "asing" buat saya. Deketan aja bikin kikuk. Apalagi kalo baru ketemu uda ngajak salaman pleus cipika cipiki. Aduh, beneran deh, saya ga ngerti apa esensinya. Kangen enggak, antusias enggak. Kecuali kalo Nicholas Saputra sih boleh. BOLEH BANGET! *PLAK*

Itulah yang beberapa kali terjadi. Makanya saya ga suka dunia hiburan.



Gb.1. Pelaku : Irsyad, korban : Naya (2-2nya ponakan Lika)

Nggak semua cewe suka dicipika-cipikiin, jadi buat kamu kamu lelaki yang hobi cipika cipiki sekedar kebiasaan ato sekalian ngelaba, jangan asal sosor aja dong! Bo'! Plis deh..



Gb.2. Lika Liku Poligami

Nah, kalo yang ini contoh buruk, don't try this at home ya, adik-adik!





sita at 08:25 am
(4)




Sorong Kemana?
Thursday, January 11, 2007



Ada sesuatu yang sangat kusuka, antara ku dan dia..

Slalu kukecup sewaktu ia kuncup, bila tiba masanya kau kan tampak merona
Menebar harummu membuatku bahagia
Mawar (merah) nan indah, kini kian merekah, berayun ditamanku membuatku berlagu
Oh mawar (merah) lambang kasih abadi, walau kelak kan layu, kau selalu dihati..

Ada sesuatu slalu rahasia, hanya aku dan dia
Ingin kau yakinkan kembali, di taman ini
Janji kau kembali..

~Sebuah Rahasia-Sherina~


Hueee.. itu salah satu lagu paporitku. Dulu waktu jaman jadi penyiar di radio anyak-anyak, nyaris tiap siaran malem, lagu itu pasti keputer. Apalagi kalo waktu udah mepet, soalnya durasinya hemat! Hohoho..

Pagi ini jadi sontrek saya lagi. Soalnya si pacar sudah terbang menuju Manado untuk transit, dan dilanjutkan ke Sorong, Papua sebagai tujuan utama. Pertanyaannya, ngapain? Oh, bukan untuk jalan-jalan tentunya. Dia bersama beberapa orang lain dalam satu timnya -bersama badan usaha milik negara berlambang kuda laut- pergi ke Sorong, untuk mencari sumber minyak (lagi), yang ujung-ujungnya supaya tangki-tangki bensin kalian bisa terisi (Oh, Tuhan, aku berjanji akan lebih mengutamakan sarana transportasi massal! BBM itu gak turun gitu aja dari langit kayak ujan, kawan!DICARI!Dengan susah payah..).

Sebagaimana saya tidak menyukai pelajaran Geografi dan saya masuk kelas 3IPA, saya baru tau kalo Sorong itu terletak di kepala burung propinsi di ujung timur Indonesia tersebut. Baru diresmikan sebagai kota tahun 2000. Kota ini disebut kota minyak karena memang punya kandungan minyak bumi cukup banyak. Ratusan sumur minyak -yang nggak bisa ditimba- ada di sana.

"
LAUT terdalam, demikian arti kata sorong dalam bahasa Biak. Orang Biaklah yang pertama kali menemukan daerah Sorong sebelum Belanda tiba di Papua. Di masa selanjutnya, sebuah perusahaan minyak Belanda memulai eksploitasi minyak di Klamone dan membangun permukiman di Sorong." !www.infopapua.com)



sumber : www.iriandiving.com

Kayaknya indah sekali. Tapi kan si dia ada di hutan yah.. Masih 40 km dari pusat keramaian, sepertinya. Jadi jangan harap komunikasi akan lancar. Buat saya yang nyaris tiap hari ketemu dan tiap hari tau kabar dengan pasti, memang harus ekstra adaptasi. Tapi sejujurnya, saya takjub, seperti yang bisa merasakan ketakjuban si pacar sebelum mendatangi tempat baru. Petualangan!!!

Ya sudah.. doakan mereka, dia dan timnya, selamat ya. Tujuannya mulia, bukan?





sita at 07:11 am
(14)




Geng Hewan Pergi ke Pasar
Tuesday, January 02, 2007

Suatu kali si Kelinci merayakan ulang tahun di kampung safari. Ia mengundang sahabat-sahabatnya untuk berkumpul. Setelah semua dirasa sudah lengkap, ia mulai mengabsen, tentunya supaya jatah makan bisa merata. Si kelincipun mulai memanggil satu persatu!
Kelinci (K)     : kucing..
Kucing           : hadir!
K                    : marmut..
Marmut          : ada..
K                    : laba-laba..
Laba-laba      : yuhuuu..
K                    : tikus..
Tikus             : ngik!
K                    : Kodok..
Kodok            : wrookk..
K                    : Jerapah.. kuda nil.. babi ngepet.. zebra.. ikan duyung..
....
(sejam kemudian)
K                    : Gajah..
...
K                    : Gajah!! mana gajah?
Semua           : nggak ada..
K                    : kemana?
Semua           : kan lagi jaga di jalan Ganesha..


 



 



 

 

   

   



sita at 03:01 pm
(20)





Previous Page Next Page